SD Negeri 81/X Pematang Rahim

Kec. Mendahara Ulu Kab. Tanjung Jabung Timur

SD Negeri 81/X Pematang Rahim

Kec. Mendahara Ulu Kab. Tanjung Jabung Timur

SD Negeri 81/X Pematang Rahim

Kec. Mendahara Ulu Kab. Tanjung Jabung Timur

SD Negeri 81/X Pematang Rahim

Kec. Mendahara Ulu Kab. Tanjung Jabung Timur

SD Negeri 81/X Pematang Rahim

Kec. Mendahara Ulu Kab. Tanjung Jabung Timur

SD Negeri 81/X Pematang Rahim

Kec. Mendahara Ulu Kab. Tanjung Jabung Timur

SD Negeri 81/X Pematang Rahim

Kec. Mendahara Ulu Kab. Tanjung Jabung Timur

SD Negeri 81/X Pematang Rahim

Kec. Mendahara Ulu Kab. Tanjung Jabung Timur

SD Negeri 81/X Pematang Rahim

Kec. Mendahara Ulu Kab. Tanjung Jabung Timur

27 April 2016

CUG TELKOMSEL

CUG TELKOMSEL BEBAS NELPON DAN SMS 24 JAM/Bulan, GRATIS 

Apa itu CUG?
CUG merupakan singkatan dari Closed User Group, yaitu layanan berupa grup khusus/Tertutup bagi suatu komunitas (baik keluarga, rekan bisnis, sekolah, kampus dll) yg bertujuan memberikan akses komunikasi tanpa batas kepada sesama anggotanya.

Apa saja keuntungan CUG?
Dengan CUG, Anda bisa Nelpon dan SMS sepuasnya sepanjang hari (tanpa batas) ke sesama nomor satu komunitas CUG Mulai dg biaya Rp 10.000. Nelpon/sms ke nomer lain yg tidak satu komunitas dikenakan tarif biasa.

Ajak rekan-rekan dan orang terdekat Anda untuk bergabung dalam satu komunitas CUG agar dapat nelpon dan sms sepuasnya.



Grup CUG yg digunakan
Kami mengelola grup CUG dan membantu memasukkan nomor-nomor yg ingin menikmati fasilitas CUG ke grup yg kami kelola. Nelpon dan sms sepuasnya hanya berlaku kesesama nomor dalam satu grup/komunitas CUG.

Kami terus menerima Riquest pendaftaran CUG, sehingga sewaktu-waktu grup CUG yang kami kelola bisa penuh, dan kami akan membuat grup baru setelah grup lama penuh. Sehingga kami tidak menjamin bila request penambahan nomor berikutnya di kemudian hari akan tetap di dalam komunitas yang sama. Usahakan mendaftarkan semua nomor yang diperlukan secara bersamaan, sehingga akan dimasukkan ke dalam satu komunitas yang sama.

Jika Anda takut grup penuh, sementara Anda masih ingin menambahkan beberapa nomor di kemudian hari ke grup yg sama, Anda bisa Riquest Grup Nama dg nama komunitas kamu sendiri, setiap komunitas memiliki Kouta Max 1000 nomer.

Ketentuan CUG
Nomor yg akan didaftarkan CUG adalah nomor yg belum pernah aktivasi CUG sebelumnya. Untuk mengecek, silakan SMS ke 2323 dgn format: CEKSTATUS (tanpa spasi).

Perhatikan baik-baik status CUG nomor Anda, bila balasannya seperti berikut maka nomor Anda dapat diaktivasi CUG:
- Nomor Anda tidak terdaftar di komunitas Telkomsel.

* Bila balasannya seperti berikut, maka nomor Anda sudah pernah didaftarkan CUG, sehingga tidak bisa didaftarkan CUG lagi (disarankan menggunakan nomor yang lain saja):
Nomor anda terdaftar pada Komunitas XXXX. Nikmati layanan Hebat sesama Komunitas . Hub. *232*1#.
Kalimat "Nikmati layanan hebat ......." menandakan bahwa nomor Anda telah terdaftar CUG dan bisa mengambil paket hebat (paket nelpon dan sms sepuasnya), namun utk ke grup CUG dimana nomor Anda sudah didaftarkan. Beberapa perdana meskipun baru, sudah pernah diaktifkan CUG-nya oleh pihak tertentu. Disarankan utk menggunakan perdana lain saja.

Bila balasannya selain seperti contoh di atas:
Nomor STATUS belum tergabung dalam Community Anda. Segera ajak teman anda untuk bergabung dengan Komunitas Telkomsel. Hub*232*3#
Maka dipastikan Anda salah memasukkan keyword (misal ada spasi pada keyword CEKSTATUS). Pastikan Anda mengetik CEKSTATUS, bukan CEK STATUS.

XXXX adalah contoh nama komunitas saja.

Setelah nomor Anda tergabung dalam CUG, segera lakukan aktivasi paket Hebat, paket nelpon dan sms sepuasnya ke sesama telkomsel yg satu komunitas, seharga Rp 10.000 yg berlaku selama 1 bulan, dengan cara mengirim sms ke 2323 HBT[spasi]ON, atau dial *232*1#. Agar paket ini bisa dinikmati, pastikan sisa pulsa tidak Rp 0 setelah mengambil paket (sebaiknya sisakan Rp 500).

Paket akan diperpanjang otomatis setelah 30 hari, pastikan sisa pulsa mencukupi untuk perpanjangan otomatis. Pelanggan akan mendapatkan sms notifikasi dari 2323. Paket Hebat bisa diperpanjang secara manual melalui sms atau dial seperti langkah sebelumnya.

Kami Melayani Aktivasi CUG :
Paket Hebat UNLIMITED CALL&SMS :
10rb/bulan, Nelpon & sms Gratis, Kesesama komunitas tanpa batas waktu...
Cara beli paket, Ktik; HBT ON ke 2323 maka akan terpotong pulsa Rp.10.000,-/bulan*

Biaya pendaftaran
1 s/d 20 nomor = 20rb
lebih dari 20 nomor 18rb
proses 1 s/d 5 hari sabtu dan minggu tutup

Hub : Hp 0853 3730 9575
BBM : 57267BB7


 PENTING!!
GRATIS Nelpon & SMS CUG ini Berlaku Antar sesama Komunitas ,dan Setiap Komunitas yg di daftarkan ini Memiliki Kuota Member yg Sewaktu-waktu Bisa Penuh,dan Jika Sudah Penuh atau sudah Melampau Batas Kuota Member maka Otomatis Kami akan Mengganti dengan Id Komunitas Baru,dan dari Komunitas yg Baru ke komunitas yg Lama Paket GRATIS nya tidak Berlaku.

24 April 2016

KUMPULAN JURNAL PTK SD




Jurnal 1 : http://www.mediafire.com/download/syjf545proiak9c/Jurnal_1.doc

Jurnal 2 : http://www.mediafire.com/download/byw1d33xv880u13/Jurnal_2.doc

Jurnal 3 : http://www.mediafire.com/download/gynbmg89fmg0a5l/Jurnal_3.doc

Jurnal 4 : http://www.mediafire.com/download/p5gaz2kd52razan/Jurnal_4.doc

semoga bermamfaat
terima kasih

23 April 2016

Desain Website untuk UKM Mudah dan Murah Memiliki Daya Saing

Desain website untuk UKM. Indonesia termasuk salah satu negara di dunia yang tidak terkena dampak dengan adanya krisis global  tahun 1998, 2007, dan 2011 . Tapi kita mampu bertahan karena mempunyai beberapa faktor yang dimiliki Indonesia. Salah satu faktor itu adalah Indonesia kaya akan Sumber Daya Alam yang melimpah. Banyak UKM (Usaha Kecil Menengah ) yang tengah berkembang. Mungkin termasuk Anda yang membaca artikel ini.

Bagi anda yang sudah mempunyai bisnis, baik skala kecil ataupun menengah tentu membutuhkan website agar usaha Anda semakin dikenal luas. Salah satu layanan kami yaitu sebagai jasa pembuatan website, pembuatan blog untuk UKM. Karena bagaimanapun kalau usaha Anda mempunyai website kredibilitas, branding, dan nama usaha Anda akan semakin naik terlihat gagah.

Anda bisa memasang alamat website pada helm, kaca mobil, jaket, topi, kantor dan usaha UKM anda akan semakin gagah. UKM yang mengajukan binaan BUMN, atau PKBL, atau pembiayaan lain juga akan tambah mantap bila datang sudah bisa menunjukkan website-nya. Menunjukkan bahwa usaha kita sudah masuk ranah e-commerce.

Dalam sebuah Desain website untuk UKM akan ada poin-poin penting

  • Nama Usaha Anda
  • Layanan
  • Tentang Kami / About us
  • Produk Anda
  • Kontak 
  • Alamat /Peta sehingga tahu tempat bisnis Anda

Website untuk jualan online, bagi UKM saat ini sangat penting. bahkan untuk menjaring reseller-reseller produk anda. Sebagai tenaga penjual. Website kami menggunakan platform blogspot jadi biaya menjadi lebih murah karena tidak membutuhkan hosting tersendiri.

Desain website untuk UKM juga ada tambahan fasilitas Social Media Facebook, tweeter, instagram, dll sehingga lebih mantap dilihat.

Salah satu tujuan dalam inovasi pembelajaran pembuatan web desain adalah untuk tambahan penghasilkan dari dunia nyata merambah ke dunia maya, dengan berbagai fasilitas penjualan online.

Blogspot adalah salah satu web yang menawarkan hosting gratis tanpa biaya, serta sudah didukungnya banyak HP yang beresolusi tinggi sehingga mudah untuk dikunjungi oleh siapa pun.

Salah satu syarat dalam penjualan online adanya kejujuran dan saling percaya, karena ini modal utama dalam memulai bisnis dibidang ini.

Berikut ini beberapa contoh desain website untuk UKM





Dari berbagai sumber

7 Manfaat Buah Pinang (salah satu hasil bumi di Tanjab Timur)



Secara sekilas pohon pinang memiliki bentuk yang sama dengan pohon kelapa namun bila diperhatikan dengan seksama terlihat sangat berbeda. Pinang adalah sebuah tumbuhan sejenis palma, mempunyai batang yang tinggi hingga dapat mencapai ketinggian 25m batangnya berbentuk langsing dan lurus ke atas.
Daunnya berada di atas pangkal batang mirip dengan pohon kelapa namun menjadi beda tangkai daunnya lebih pendek dari kelapa dan memiliki daun yang berbeda dari kelapa tentunya. Selain itu pohon ini juga mempunyai buah. Buah pindah tumbuh  mirip dengan kelapa buah ini akan muncul di atas pohon dengan akar-akar mirip dengan buah kelapa namun ukuran buah pinang lebih kecil dari buah kelapa. Pohon ini dapat tumbuh di lingkungan tropis.
Contohnya Pohon ini sangat terkenal jika pada tanggal 17 Agustus yang bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia biasanya masyarakat di kampung mengambil batang pohon untuk di jadikan sarana untuk lomba yaitu panjat pinang yaitu perlombaan yang menggunakan batang pohon Pinang yang dilumuri oleh oli dan kemudian orang-orang berupaya untuk memanjat pinang yang licin tersebut untuk mengambil hadiah di atas pucuk batang tersebut.
Tidak ada aturan panjat pinang harus pak pinang atau tidak beberapa orang memilih menggunakan bambu sebagai ganti pinang, namun penggunaan bambu sangat riskkan karena batang bambu pasti terdapat ruas ruas dan itu bisa mengakibatka luka bagi para peserta panjat pinang, pilihan batang pinang lebih baik karena batangnya tidak ada ruas dan mulus. Pinang juga sering di gunakan oleh masyarakat sebagai talang caranya hilangkan bagian tengah pinang dan letakkan tempat yang sesuai jadilah talang air yang terbuat dari pinang.
Selain itu buah pinang sendiri adalah sebagai salah satu bahan untuk membuat sirih, manfaat pinang ini sudah dikenal sejak dahulu kala oleh nenek moyang kita. Melihat fungsi-fungsinya tersebut apakah pinang punya manfaat bagi kesehatan tentu ada karena di dalam buah pinang terdapat senyawa yang bernama arecaidine, arecolidine, guvacoline, guracine dan lainnya berikut adalah berbagai manfaat buah pinang:

Manfaat Pinang Untuk Manusia


  1. Mengatasi mulut kering
Orang yang menyirih biasanya mulutnya tidak kering hal ini di sebabkan oleh kinerja buah pinang yang membuat kelenjar ludah menjadi keluar terus menerus. Ludah ini akan mencegah orang terserang penyakit seperti disentri dan sindrom sjogren.
  1. Menguatkan gigi dan gusi
Iris beberapa buah pinang kemudian kunyah irisan pinang tersebut hal tersebut dapat menguatkan gigi dan gusi.
  1. Obat cacing
Siapkan seperempat buang pinang, temulawak berukuran setengah jari, kunyit setengah jari,. Semua bahan ini di rebut hingga matan dan kemudian saring airnya dan minum. Kandungan air minuman ini dapat mengatasi penyakit cacingan. Hal ini di gunakan pula oleh peternakan ayam agar ayam-ayam peternak tidak cacingan dan dapat mempertahankan produksi telur karena bebas dengan cacing.
  1. Mengobati kulit yang luka
Cari daging buah oinnang yang masih muda kemudian tumbuk hingga halus, tempelkan hasil tumbukan ini kepada kulit yang terluka. Lakukan secara bertahap dan continue luka tersebut akan cepat sembuh.
  1. Rabun mata
Kunyah daging pohon pinang da telan airnya hal tersebut dapat mengatasi rabun pada mata.
  1. Mengencangkan vagina
Menurut Dian gantini seorang Herbalife mengatakan bahwa buah yang memiliki rasa sepat agak asam ini di katakan jika sangat baik untuk pemulihan vagina setelah proses melahirkan. Cara untuk mengkonsumsinya juga termasuk mudah dengan cara memasak buah pinang kemudian menyaring airnya dan kemudian di minum secara berkelanjutan setelah proses melahirkan.
  1. Meningkatkan vitalitas
Selain mengencangkan vagina pinang ternyata juga dapat meningkat kemampuan atau keperkasaan pria. Selain itu dapat menstimulasi hormon untuk meningkatkan gairah seks karena pinang terdapat sebuah senyawa yang dapat meningkatkan kinerja jantung membuat hal ini mungkin terjadi. Namun harus di cermati menkonsumsi pinang harus di batasi karena berbahaya bagi tubuh jika terlalu berlebihan.
Saduran dari berbagai sumber

07 Februari 2016

PENERAPAN METODE DEMONSTRASI DAN PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR


Abstrak

Keberhasilan suatu pembelajaran selain ditunjang oleh penggunaan alat peraga/media, juga dipengaruhi penggunaan metode yang tepat dan penelitian metode yang tepat oleh guru. Karena kegagalan suatu pembelajaran bisa diakibatkan oleh penggunaan metode yang  tidak tepat  dalam menyajikan materi kepada siswa. Dengan memiliki pengetahuan umum mengenal sifat berbagai metode, seorang guru akan lebih mudah menetapkan metode yang paling sesuai dalam situasi dan kondisi yang tepat, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahanan siswa terhadap materi pembelajaran IPS melalui penggunaan media audio visual dan penerapan metode penemuan di SDN 81/X Pematang Rahim. penggunaan media visual dapat meningkatkan  hasil belajar siswa kelas V pada  Mata Pelajaran IPS materi menunjukan jenis, persebaran, dan pemanfaatan sumber daya alam untuk kegiatan ekonomi. Kemudian penggunaan metode penemuan dapat membantu siswa yang belum paham tentang materi yang disampaikan guru dapat menambah pemahaman dengan temannya melalui diskusi penemuan. Peningkatan terlihat bahwa pada siklus 1 dari 20 orang siswa untuk mata pelajaran IPS, siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas hanya 6 orang siswa atau 30% dan rata-rata nilai adalah 60,75. Sedangkan pada siklus II, siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas meningkat menjadi 13 orang (65%) dengan rata-rata nilai 70,75. Selanjutnya untuk siklus III atau terakhir, seluruh siswa memperoleh nilai 70 ke atas, yaitu sebanyak 20 orang (10%) dengan rata-rata nilai 80, dengan hasil meningkat.

Kata Kunci : hasil belajar, metode demonstrasi, media gambar

I. PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan bagi pernannya di masa yang akan datang. Pendidikan mempunyai posisi strategis dalam rangka peningkatan kualitas  sumber daya manusia  . Posisi yang strategis tersebut dapat tercapai apabila pendidikan yang dilaksanakan mempunyai kualitas.
Kualitas pendidikan dapat diketahui dari dua hal, yaitu : kualitas proses dan produk (Sudjana, 2000:35). Suatu pendidikan dikatakan berkualitas proses apabila proses belajar mengajar (PBM) dapat berlangsung secara efektif dan peserta didik mengalami proses pembelajaran yang   bermakna. Pendidikan disebut berkualitas produk  apabila  peserta  didik  menunjukkan  tingkat  penguasaan  yang  tinggi terhadap tugas-tugas belajar sesuai dengan sasaran dan tujuan pendidikan. Hal ini dilihat pada hasil belajar    yang dinyatakan dalam proses akademik Kemampuan guru dalam mengajar banyak berpengaruh terhadap keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan, artinya keterlibatan guru secara langsung dalam proses belajar mengajar sangat menentukan keberhasilan proses pendidikan. Dalam menyajikan materi pelajaran dapat digunakan pendekatan dan metode yang dapat memudahkan siswa dalam belajar.
Salah satu contoh dalam menyajikan materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dapat digunakan metode demonstrasi. Seorang guru diharapkan dapat menyajikan meteri dengan menggunakan metode demonstrasi yang dapat membantu proses belajar mengajar di kelas agar penyampaian materi lebih mudah diserap oleh siswa. Namun, tidak banyak guru yang menggunakan dan memanfaatkan metode tersebut. Akibatnya para siswa merasa sulit dan memerlukan waktu yang lama untuk memahami materi pelajaran yang diajarkan.
Atas dasar hal tersebut dimungkinkan karena kurang termotivasinya siswa yang disebabkan guru tidak menggunakan metode yang kurang menarik perhatian siswa dalam menyampaikan materi pelajarannya. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mencoba menggunakan metode demonstrasi dalam penyampaian materi Ilmu Pengetahuan Sosial di SDN 81/X Pematang Rahim kelas V  semester 1 tahun ajaran 2013/2014. Dengan harapan dapat mempermudah komunikasi antara guru dengan siswa dalam proses mengajar, dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa SDN 81/X Pematang Rahim.
Seorang siswa dalam belajar Ilmu Pengetahuan Sosial dikatakan kurang berhasil apabila perubahan tingkah laku yang terjadi belum mampu menentukan kebijaksanaannya untuk mencapai suatu hasil yang telah ditetapkan secara tepat dalam waktu yang telah ditentukan. Untuk mencapai suatu hasil belajar yang maksimal, banyak aspek yang mempengaruhinya, di antaranya aspek guru, siswa, metode pembelajaran dan lain-lain.
Menurut Mudjino (2002:10) Belajar merupakan kegiatan yang kompleks. Hasil belajar berupa kapabilitas. Setelah belajar orang memiliki keterampilan, pengetahuan, sikap, dan nilai. Timbulnya kapabilitas tersebut adalah dari  stimulasi yang berasal dari lingkungan, dan proses kognitif yang dilakukan oleh pembelajar. Dengan demikian, belajar merupakan peristiwa sehari-hari di sekolah. Belajar merupakan hal yang kompleks. Kompleksitas belajar dapat dipandang dari dua subjek, yaitu dari siswa dan guru. Dari segi siswa, belajar dialami sebagai suatu proses, siswa mengalami proses mental dalam menghadapi bahan belajar. Dari guru, proses belajar tersebut tampak sebagai perilaku belajar tentang sesuatu hal.
Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial adalah pelajaran yang mengajarkan berbagai pengetahuan yang dapat mengembangkan daya nalar, analisa, sehingga hampir semua persoalan yang berkaitan dengan alam dapat dimengerti. Untuk dapat mengerti Ilmu Pengetahuan Sosial  secara luas, maka harus dimulai dengan kemampuan pemahaman konsep dasar yang ada pada pelajaran Ilmu pengetahuan Sosial. Berhasil atau tidaknya seorang siswa dalam memahami tentang pelajaran lmu Pengetahuan sosial sangat ditentukan oleh pemahaman konsep
Mengingat pentingnya ilmu pengetahuan sosial dalam berbagai bidang kehidupan manusia, maka perlu diperhatikan mutu pengajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang di ajarkan di tiap jenjang dan jenis pendidikan. Untuk mendapatkan pengetahuan tentang ilmu pengetahuan sosial, maka siswa harus menempuh proses belajar mengajar yang baik. Belajar akan lebih berhasil bila telah diketahui tujuan yang ingin dicapai. Salah satu cara untuk memperoleh pengetahuan ilmu pengetahuan sosial yang baik dan untuk mengatasi berbagai kelemahan dalam proses belajar mengajar adalah dengan menggunakan metode pembelajaran demonstrasi. Yang di maksud dengan Metode Demonstrasi ialah suatu upaya atau praktek dengan menggunaka peragaan yang di tujukan pada siswa yang tujuannya ialah agar supaya semua sisiwa lebih mudah dalam memahami materi pembelaran.
Untuk membuktikan benar atau tidak bahwa penerapan metode demonstrasi dan penggunaan media gambar dalam meningkatkan hasil belajar siswa, maka penulis mencoba melakukan penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui konsep perbaikan pembelajaran . hasil penelitiantersebut disusun dalam laporan yang berjudul : “Penerapan Metode Demonstrasi dan Penggunaan Media Gambar terhadap  Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Siswa Kelas V SDN 81/X Pematang Rahim”
B.     Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang tersebut di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian perbaikan pembelajaran ini adalah:
a.       Bagaimana menerapkan metode demonstrasi yang tepat sehingga siswa terlibat aktif dalam pembelajaran?
b.      Apakah benar penggunaan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa?
C.    Tujuan Perbaikan
a.       Untuk meningkatkan pemahanan siswa terhadap materi pembelajaran IPS melalui penggunaan media gambar dan penerapan metode demonstrasi di SDN 81/X Pematang Rahim.
b.      Memberikan alternatif bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran agar efektif dalam penggunaan media gambar dan metode demonstrasi.
D.    Manfaat Perbaikan
a.       Bagi siswa, adalah sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar dan pemahamannya terhadap materi pembelajaran yang disajikan serta mendekatkan siswa dengan lingkungan sekitarnya
b.      Bagi sekolah, adalah untuk meningkatkan prestasi sekolah melalui peningkati prestasi belajar.
c.       Bagi penulis sendiri (sebagai guru) adalah untuk menambah pengalaman dan ilmu pengetahuan dalam upaya meningkatkan kemampuan dalam mencari, menemukan, serta menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran.



II. KAJIAN PUSTAKA
A.    Metode Demonstrasi
  1. Pengertian Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakanbarang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. (Muhibbin Syah, 2000).
Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. (Syaiful Bahri Djamarah 2000).
Metode Demonstrasi ialah metode mengajar dengan menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana berjalannya suatu proses pembentukan tertentu pada siswa.
Untuk memperjelas pengertian tersebut dalam prakteknya dapat di lakukan oleh guru atau anak didik itu sendiri. Metode Demonstran cukup baik apabila di gunakan dalam penyampaian bahan pelajaran geografi, misalnya bagaiamana cara membuat peta menggunakan kompas dan meteran, bagaimana proses kerja pengindraan jauh sehingga menghasilkan data, dan yang lainnya.
  1. Aspek Yang Penting Dalam Menggunakan Metode Demonstrasi
Beberapa asfek yang penting dalam menggunakan metode demonstrasi diantaranya:
a.       Demonstrasi akan menjadi metode yang tidak wajar apabila alat yang di Demonstrasikan tidak bisa di amati dengan seksama oleh siswa. Misalnya alatnya terlalu kecil atau penjelasannya tidak jelas.
b.      Demonstrasi menjadi kurang efektif bila tidak di ikuti oleh aktivitas di mana siswa sendiri dapat ikut memperhatikan dan menjadi aktivitas mereka sebagai pengalaman yang berharga.
c.       Tidak semua hal dapat di demonstrasikan di kelas karna sebab alat-alat yang terlalu besar atau yang berada di tempat lain yang tempatnya jauh dari kelas.
d.      Hendaknya dilakukan dalam hal-hal yang bersifat praktis
e.       Sebagai pendahuluan, berilah pengertian dan landasan teori dari apa yang akan di demonstrasikan.
Dan adapun sebaiknya dalam mendemonstrasikan pelajaran tersebut guru harus terlebih dulu mendemonstrasikan dengan sebaik-baiknya, baru di ikuti oleh murid-muridnya yang sesuai dengan petunjuk. Adapun dalam metode demonstran ini memiliki kelebihan dan ada juga kekurangannya sebagaimana yang akan di paparkan di bawah ini.
  1. Kelebihan metode demonstrasi
a.       Perhatian anak didik dapat di pusatkan, dan titik berat yang di anggap penting oleh guru dapat di amati.
b.      Perhatian anak didik akan lebih terpusat pada apa yang di demonstrasikan, jadi proses anak didik akan lebih terarah dan akan mengurangi perhatian anak didik kepada masalah lain.
c.       Dapat merangsang siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses belajar.
d.      Dapat menambah pengalaman anak didik.
e.       Bisa membantu siswa ingat lebih lama tentang materi yang di sampaikan.
f.       Dapat mengurangi kesalah pahaman karna pengajaran lebih jelas dan kongkrit.
g.      Dapat menjawab semua masalah yang timbul di dalam pikiran setiap siswa karna ikut serta berperan secara langsung.
Setelah melihat beberapa keuntungan dari metode demonstransi tersebut, maka dalam bidang setudi geografi, banyak hal-hal yang dapat di demonstrasikan seperti pembuatan peta menggunakan kompas dan meteran.           
Apabila teori pembuatan peta menggunakan kompas dan meteran yang betul dan baik telah di miliki oleh anak didik, maka guru harus mencoba mendemonstrasikan di depan para murit. Dan apabila anak didik sedang mendemonstrasikan ibadah, guru harus mengamati langkah dari langkah dari setiap gera-gerik murid tersebut, sehingga apabila ada kesalahan atau kekurangannya guru berkewajiban memperbaikinya. Tindakan mengamati segi-segi yang kurang baik lalu memperbaikinya akan memberikan kesan yang dalam pada diri anak didik, karna guru telah memberi pengalaman kepada anak didik baik bagi anak didik yang menjalankan Demonstrasi ataupun bagi yang menyaksikannya.
  1. Kekurangan Metode Demonstrasi
a.       Memerlukan waktu yang cukup banyak
b.      Apabila terjadi kekurangan media, metode demonstrasi menjadi kurang efesien.
c.       Memerlukan biaya yang cukup mahal, terutama untuk membeli bahan-bahannya.
d.      Memerlukan tenaga yang tidak sedikit.
e.       Apabila siswa tidak aktif maka metode demonstran menjadi tidak efektif.
  1. Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam penggunaan metode demonstrasi
a.       Rumuskan secara spesific yang dapat di capai oleh siswa.
b.      Susun langkah-langkah yag akan dilakukan dengan demontrasi secara teratur sesuai dengan skenario yang telah di rencanakan.
c.       Menyipkan peralatan yang di butuhkan sebelum demonstrasi dimulai.
d.      Usahakan dalam melakukan demonstrasi tersebut sesuai dengan kenyataan sebenarnya.
  1. Peran Metode Demonstrasi Dalam Peningkatan Prestasi Belajar
Penggunaan metode demonstrasi mampu mengkomunikasikan sesuatu yang ingin disampaikan oleh pemberi kepada penerima. Oleh karena itu dalam merancang proses belajar hendaknya dipilih metode yang benar-benar efektif dan efisien atau merancang metode sendiri sehingga dapat menyampaikan pesan pembelajaran, yang akhirnya terbentuk kompetensi tertentu dari siswa. Metode yang dimaksud dalam penelitian ini adalah metode demonstrasi. Metode demonstrasi mempunyai kemampuan atau potensi mengatasi kekurangan-kekurangan guru, metode demonstrasi mampu menyampaikan meteri secara jelas dan mudah di pahami siswa. Dengan demikian penggunan metode demonstrasi dapat menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan. Dari hal tersebut maka proses belajar akan efektif dan prestasi belajar siswa akan meningkat.
B.     Media Gambar
  1. Pengertian Media
Media menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah alat (sarana), perantara = penghubung. Miarso (1980) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan anak didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa. Din Wahyudin (2007:45) mengemukakan media pembelajaran adalah tehnik pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Din Wahyudin (2007:45) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti buku, film, video dan sebagainya.
Berdasarkan pendapat Miarso dan Din Wahyudin maka dapat disimpulkan bahwa pengertian media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri peserta didik.
  1. Pengertian media gambar
Media gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual kedalam bentuk 2 dimensi sebagai curahan ataupun pikiran yang bermacam-macam seperti lukisan, potret, film, strip, proyektor (Hamalik,1980:95). Media gambar merupakan peniruan dari benda-benda dan pemandangan dalam hal bentuk, rupa serta ukurannya relatif terhadap lingkungan (Din Wahyudin, 2007:2.15).
Penemuan-penemuan dari penelitian mengenai nilai guna gambar tersebut memiliki sejumlah implikasi bagi pengajaran yaitu :
a.       Penggunaan gambar dapat merangsang minat atau perhatian siswa
b.      Gambar yang dipilih dan diadaptasikan secara tepat, membantu siswa memahami dan mengingat isi informasi bahan-bahan verbal yang menyertainya.
c.       Syarat yang bersifat non verbal atau simbol-simbol seperti tanda panah ataupun tanda-tanda lainnya pada gambar dapat memperjelas atau mengubah pesan yang sebenarnya.
Menurut Nana Sudjana (2001: 68) media gambar adalah media yang mengkombinasikan fakta dan gagasan secara jelas dan kuat meialui kombinasi pengungkapan kata-kata dengan gambar-gambar. Media gambar merupakan media yang sederhana, mudah dalam pembuatannya, dan ditinjau dari pembiayaannya termasuk media yang murah harganya.
Berdasarkan pendapat Hamalik, Din Wahyudin dan nana Sudjana tentang pengertian media gambar dapat ditarik Kesimpulan media gambar adalah foto atau sejenisnya yang menampakan benda yang banyak dan umum digunakan, mudah dimengerti dalam pembelajaran serta untuk mengatasi kesulitan menampilkan benda asli di dalam kelas. Gambar yang baik digunakan dalam pembelajaran berukuran 12x8 cm. Gambar dapat kita buat sendiri ataupun mengambil dari media yang ada. Media visual dalam proses belajar mengajar dapat mengembangkan imajinasi anak, membantu meningkatkan penguasaan anak terhadap hal abstrak yang tidak mungkin dihadirkan di dalam kelas.
  1. Kelebihan dari media gambar
a.       Sifatnya konkrit artinya gambar lebih realistis menunjukkan pokok masalah
b.      Gambar tidak dapat mengatasi ruang dan waktu. Tidak semua benda, objek atau peristiwa dapat dibawa ke kelas
c.       Media gambar tidak dapat mengatasi keterbatasan pengamatan
d.      Media gambar murah harganya dan gampang didapat serta digunakan.
a.       Gambar harus realistis karena gambar yang amat rinci dengan realisme yang sulit dipelajari sering menyganggu perhatian siswa untuk mengamati apa yang seharusnya diperhatikan.
b.      Gambar harus berfungsi untuk melukiskan perbedaan konsep
c.       Warna gambar harus digunakan untuk mengarahkan perhatian dan membedakan komponen.
  1. Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan media gambar
a.       Gunakan gambar yang sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan siswa
b.      Saat memperlihatkan gambar, usahakan gambar jangan bergerak.
c.       Perlihatkan gambar itu satu persatu agar perhatian siswa tertuju pada satu gambar
d.      Arahkan perhatian siswa pada sebuah gambar, kemudian ajukan beberapa pertanyaan sehubungan dengan gambar.
  1. Optimalisasi media gambar
a.       Gunakan gambar yang sesuai dengan pertumbuhan aan perkembangan siswa (isi, ukuran dan warna).
b.      Soal memegang atau memperhatikan gambar usahakan gambar- gambar tersebut jangan sampai bergerak.
c.       Hindari penggunaan gambar dalam jumlah dan jenis yang terlalu banyak, sebab hal ini cenderung membingungkan siswa.
d.      Arahkan perhatian siswa pada sebuah gambar kemudian ajukan beberapa pertanyaan langsung dengan gambar tersebut.
Jika ingin memperlihatkan gambar pada siswa tanpa pengawasan khusus dari guru usahakan agar dapat keterangan tertulis pada bagian bawah dari gambar tersebut. Penemuan-penemuan dari penelitian mengenai nilai guna gambar tersebut memiliki sejumlah implikasi bagi pengajaran yaitu :
a.       Penggunaan gambar dapat merangsang minat atau perhatian siswa
b.      Gambar yang dipilih dan diadaptasikan secara tepat, membantu siswa memahami dan mengingat isi informasi bahan-bahan verbal yang menyertainya.
c.       Syarat yang bersifat non verbal atau simbol-simbol seperti tanda panah ataupun tanda-tanda lainnya pada gambar dapat memperjelas atau mengubah pesan yang sebenarnya.
  1. Langkah - langkah pembelajaran dengan menggunakan media gambar menurut Suroso Widihaimoko (2011)
a.       Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
b.      Menyajikan materi sebagai pengantar.
c.       Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi.
d.      Guru mengelompokan siswa untuk berdiskusi
e.       Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang memilih/menyebutkan/mengurutkan jenis gambar.
f.       Guru menanyakan alasan / dasar pengertian gambar tersebut.
g.      Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
h.      Siswa mendapat LKS dan dikerjakan berkelompok
i.        Siswa melakukan Tanya jawab antar kelompok dari hasil diskusi mengerjakan LKS
j.        Bersama siswa guru merumuskan kesimpulan / rangkuman.
k.      Guru memberi kesempatan siswa untuk bertanya tentang materi yang belum jelas.
l.        Bersama siswa mengevaluasi hasil materi dan memberikan PR kemudian salam
III. PELAKSANAAN PENELITIAN
A.    Subjek, Tempat, dan Waktu Penelitian
1.      Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 81/X Pematang Rahim, berjumlah 20 orang, laki-laki 11 orang dan perempuan 9 orang, yaitu meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS.
2.      Tempat Penelitian
Tempat penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 81/X Pematang Rahim Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
3.      Waktu Penelitian
Perbaikan pembelajaran ini dilakukan di kelas V SDN 81/X Pematang Rahim Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai tanggal 19 November 2013 sampai dengan 28 November 2013 dengan perincian jadwal sebagai berikut:

Tabel 1 Jadwal Perbaikan Pembelajaran Persiklus
No.
Nama Siklus
Hari/Tanggal
1
Siklus 1
Selasa, 19 November 2013
2
Siklus 2
Jum’at, 22 November 2013
3
Siklus 3
Kamis, 28 November 2013
B.     Prosedur Penelitian
1.      Deskripsi Persiklus
a.      Perencanaan dan Pelaksanaan
Sebagaimana disebutkan di atas bahwa penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas  yang dilaksanakan dalam beberapa siklus, tujuannnya adalah agar pelaksanaan  perbaikan  dapat terlaksana  dengan baik dan sistematis sesuai dengan yang direncanakan, untuk itu perlu disusun  struktur pembelajaran yang sistematik seperti tertera pada tabel di bawah ini.
Tabel 2
Struktur Pembelajaran Siswa Kelas V SDN 81/X Pematang Rahim
Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Tahap Pokok/
Waktu
Tahap
Pembelajaran
Contoh Kegiatan yang Dapat
Dilakukan
1. Kegiatan Awal
Pendahuluan
a.  Memotivasi Siswa.
b. Memberi pertanyaan tentang materi pembelajaran sebelumnya.
c.  Mengaitkan materi pembelajaran.
d. Sebelumnya dengan yang akan dipelajari.
2. Kegiatan Materi
Kegiatan Inti
a.  Menggunakan alat peraga/media yang relevan.
b. Peragaan proses terjadinya perubahan wujud benda.
c.  Menyampaikan materi secara sistematis.
d. Melaksnaakan perbaikan dan pembelajaran.
3. Kegiatan Akhir
Penutup
a.  Membuat kesimpulan materi.
b. Memberikan tes tertulis.
b.      Pengamatan
Selama berlangsungnya perbaikan pembelajaran, dilakukan pengamatan, baik oleh guru sendiri sebagai peneliti, maupun oleh teman sejawat. Hal-hal yang diamati mencakup keseluruhan selama perbaikan pembelajaran.
c.       Refleksi
Refleksi dilakukan melalui analisis dan sistesis, serta induksi dan deduksi. Analisis dilakukan dengan merenungkan kembali secara kejadian-kejadian atau peristiwa yang menyebabkan munculnya sesuatu yang diharapkan atau tidak diharapkan.
Dari peristiwa yang tidak diharapkan tersebut memungkinkan munculnya pertanyaan-pertanyaan mengapa hal itu terjadi, apa penyebabnya, serta bagaimana mengatasinya, beberapa contoh pertanyaan tersebut misalnya:
1)      Mengapa siswa tidak menanggapi pertanyaan yang dilakukan guru?
Kemungkinan penyebab:
Pertanyaan guru terlalu cepat dan tidak jelas
2)      Mengapa siswa kurang aktif dalam pembelajaran IPS?
Kemungkinan penyebab :
a)      Guru menggunakan metode ceramah saja.
b)      Guru tidak menggunakan media pembelajaran yang mendukung penyampaian materi.
3)      Mengapa tidak bisa menyebutkan macam-macam organisasi dai sekolah dan di lingkungan masyarakat
Kemungkinan penyebab :
a)      Guru tidak menerapkan metode pembelajaran yang sesuai.
b)      Guru tidak menjelaskan mengenai pengertian organisasi terlebih dahulu.
C.    Teknik Analisis Data
Berdasarkan data-data yang telah peneliti kumpulkan, data tersebut dianalisis sesuai dengan komponen-komponen yang diteliti.  Setelah kita tetapkan komponen-komponen apa sajakan yang harus kita teliti, maka langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengolah sebuah hasil tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Data Berbentuk Angka
a.       Menetapkan skor terhadap soal-soal yang dikerjakan siswa.
b.      Melakukan penilaian terhadap kerja siswa dari siklus 1-3 berdasarkan skor yang telah ditetapkan.
c.       Memberi nilai untuk masing-masing kriteria yang akan dinilai dengan mempedomani skor komponen-komponen, dengan mengunakan rumus sebagai berikut:
Nilai          = x 100
d.      Mencari nilai rata-rata siswa dengan rumus sebagai berikut:
M =   x 100%
Keterangan :
      M         =          Nilai rata-rata
      X         =          Jumlah skor nilai siswa
      N         =          Jumlah siswa
e.       Menganalisis nilai atau data-data yang telah diperoleh berdasarkan rumus di atas kemudian nilai tersebut di bentuk menjadi predikat dengan mempedomani kriteria penilaian berikut ini.
Tebel 3 Kriteria Penilaian
No.
Skala Keberhasilan Persentase
Predikat
1
81-100
Sangat baik
2
61-80
Baik
3
41-60
Cukup
4
21-40
Kurang
5
00-20
Kurang sekali
2.      Data Angket
Data yang didapat melalui angket dan lembar observasi pada saat perbaikan pembelajaran akan dianalisis dengan mengunakan teknik deskripsi, yaitu mendeskripsikan atau menjelaskan kejadian-kejadian persiklus dalam bentuk kalimat-kalimat untuk perbaikan pembelajaran guna meningkatkan hasil belajar siswa.
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Penelitian
Dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran ini diperoleh dua teknik analisis data, yaitu data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif yaitu berupa hasil pengamatan selama berlangsungnya proses pembelajaran. Di sini terlihat adanya peningkatan kualitas belajar dari siklus satu ke siklus berikutnya. Perhatian siswa terhadap apa yang disampaikan oleh guru makin meningkat, semangat untuk mengikuti pelajaran pun semakin tinggi, dalam mata pelajaran IPS, suasana kelas menyenangkan dan siswa tidak ada yang kelihatan bosan.
Sedangkan data kuantitatif adalah data berupa perolehan latihan atau tes akhir/poster yang didapatkan siswa pada setiap siklus pembelajaran. Berikut disajikan daftar perolehan nilai postes dalam mata pelajaran IPS dan siklus I, siklus II, dan siklus III.
Tabel 4
Daftar Perolehan Nilai Tes Mata Pelajaran IPS
Siswa kelas V SDN 81/X Pematang Rahim
No
Nama
L/P
Perolehan nilai
Siklus I
Siklus II
Siklus III
1.       
Adrean Saputra
L
50
65
80
2.       
Agus Suriyansyah
L
50
60
75
3.       
Ahmad Muuhazir
L
65
65
80
4.       
Ahmad Sabarin
L
70
75
80
5.       
Aisyah Mudrika
P
55
80
80
6.       
Benjamin
L
70
75
75
7.       
Devi
P
60
70
80
8.       
Cindi Nur Aina
P
70
80
90
9.       
Danu Ramanda
L
60
65
75
10.   
Ilma Susanti
P
45
60
80
11.   
Nova Wahyanto
L
60
65
80
12.   
Leni Marlina
P
75
80
90
13.   
Nur Aulia Safitri
P
55
70
80
14.   
Siti Anisa
P
70
80
75
15.   
Putra Ramadan
L
60
70
80
16.   
Rajes
L
70
80
90
17.   
Rasmi Nabila
P
60
70
75
18.   
Ratri Karningsih
P
45
65
75
19.   
Riandi Bastian
L
65
70
80
20.   
Taufiq Rahman
L
60
70
80
Jumlah
1215
1415
1600
Nilai Rata-rata
60,75
70,75
80,00
Jumlah Siswa yang memperoleh Nilai 0-45
2
0
0
Jumlah Siswa yang memperoleh Nilai 50-65
12
7
0
Jumlah Siswa yang memperoleh Nilai 70-100
6
13
20
Jumlah Persentase
30%
65%
100%
Untuk lebih lanjutnya mengenai rincian dari data tersebut di atas, di bawah ini ditampilkan grafik perolehan nilai  tes mata pelajaran IPS kelas V SDN 81/X Pematang Rahim.
Gambar 1
Grafik Rentang Perolehan Nilai Tes Mata Pelajaran IPS
Kelas V SDN 81/X Pematang Rahim


Sementara itu, dari tabel di atas diperoleh pula data mengenai peningkatan nilai rata-rata kelas dari siklus satu ke siklus berikutnya. Di bawah ini ditampilkan gambar grafik nilai rata-rata tersebut.



Gambar 2
Grafik Nilai Rata-rata Mata Pelajaran IPS
Kelas V SDN 81/X Pematang Rahim
B.     Pembahasan
Dari tabel 4 di atas terlihat bahwa pada siklus 1 dari 20 orang siswa untuk mata pelajaran IPS, siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas hanya 6 orang siswa atau 30% dan rata-rata nilai adalah 60,75. Sedangkan pada siklus II, siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas meningkat menjadi 13 orang (65%) dengan rata-rata nilai 70,75. Selanjutnya untuk siklus III atau terakhir, seluruh siswa memperoleh nilai 70 ke atas, yaitu sebanyak 20 orang (10%) dengan rata-rata nilai 80, ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan  oleh guru  telah mengalami perbaikan pula. Hal ini didorong oleh cara penyajian materi, metode, dan penggunaan media yang sesuai.
Berdasarkan kajian teori dan pendapat-pendapat yang mendukung, segala bentuk temuan-temuan dibahas oleh peneliti dibantu oleh teman- sejawat sebagai pengamat dan pembimbing/supervisor. Dari hasil pembahasan tersebut diperoleh suatu pengalaman bahwa  penggunaan metode yang kurang  bervariasi akan menimbulkan  kebosonan  terhadap siswa. Di samping itu pula jika suatu pembelajaran  berlangsung  tanpa menggunakan media yang tepat dapat menilmbulkan kesalahan dalam memahami  konsep-konsep  pada materi pembelajaran.
 V. KESIMPULAN DAN SARAN
A.    Kesimpulan
           Berdasarkan perbaikan pembelajaran yang dilakukan di kelas V SDN 81/X Pematang Rahim Kabupaten Tanjung Jabung Timur mulai tanggal 19 November 2013 sampai dengan 28 November 2013, maka dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan media visual dapat meningkatkan  hasil belajar siswa kelas V pada  Mata Pelajaran IPS materi menunjukan jenis, persebaran, dan pemanfaatan sumber daya alam untuk kegiatan ekonomi.
         Kemudian penggunaan metode demontrasi dapat membantu siswa yang belum paham tentang materi yang disampaikan guru dapat menambah pemahaman dengan temannya.
Peningkatan terlihat bahwa pada siklus 1 dari 20 orang siswa untuk mata pelajaran IPS, siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas hanya 6 orang siswa atau 30% dan rata-rata nilai adalah 60,75. Sedangkan pada siklus II, siswa yang memperoleh nilai 70 ke atas meningkat menjadi 13 orang (65%) dengan rata-rata nilai 70,75. Selanjutnya untuk siklus III atau terakhir, seluruh siswa memperoleh nilai 70 ke atas, yaitu sebanyak 20 orang (10%) dengan rata-rata nilai 80.
B.     Saran
Penggunaan  media gambar dan penggunaan metode demonstrasi yang sesuai sebaiknya juga dilaksanakan pada pembelajaran  materi atau mata pelajaran yang lain.
Tahap perkembangan  anak usia  sekolah dasar  masih  dekat dengan masalah-masalah  yang bersifat konkret, oleh sebab itu penanaman  suatu konsep akan lebih efektif dengan kegiatan-kegiatan yang dekat dengan dunianya sendiri.







DAFTAR PUSTAKA
Anita, Sri. 1987. Strategi Belajar Mengajar. Karunika. Jakarta

Dapdikbud. 1997. Perangkat Pembelajaran. Dikdasmen. Jakarta

Djahri, Kosasih. 1996. Metoda dan Media Penyajian Materi. Liberty. Jakarta

Purwanto, Ngalim. 2986. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Remaja Karya. Bandung

P.Hisnu Tantya.2008 Ilmu Penngetahuan Sosial Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Sudjana, Nana. 1987. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Sinar Baru. Bandung

Syarif, Ismet. 1984. Administrasi Sekolah. Depdikbud. Jakarta

Forijad. 1989. Penelifian dan Evaluasi.Belajar. Jakarta: Karya Bersama.

Hamalik, Oemar. 1980. Media Pendidikan. Bandung: CV. Alumni.

Wahyono.1996.Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta Depdikbud.


Wahyudin, Din. 2007. Pengantar Pendidikan. Jakarta Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.